Pramoedya Ananta Toer

- Bumi Manusia
- Anak Semua Bangsa
- Jejak Langkah
- Rumah Kaca
- Nyanyi Sunyi Seorang Bisu
Pramoedya Ananta Toer mencatatkan pengalamannya semasa dalam tahanan Pulau Buru selama bertahun-tahun sebagai tahanan politik (tapol) dengan perkara yang tak pernah ditimbang salah-benarnya. Sebuah pengalaman tentang nasib ribuan anak manusia yang dihancurkan masa depannya. Catatan-catatannya yang terserak dalam berbagai sobekan kertas menjadi suara kesaksian yang bisu, bahwa Buru tidak sekedar tempat rehabilitasi bagi tapol, tapi juga kamp kerjapaksa. Di sana, ribuan manusia diposisikan secara sistematis sebagai paria oleh pemerintah dari bangsa yang mereka juga turut membangun pilar-pilarnya.
Di tengah-tengah rutinitas kerjapaksa, ia merekam pengalamannya sebagai pribadi, pengarang, dan tugas-tugas yang diembannya; dunia sastra dan perang, pengalaman seorang ayah atas anak dan suami atas istri, pengalaman seorang yang jiwanya dibesarkan dan dirawat oleh seorang ibu, renungan seorang manusia atas konsepsi beragama, tentang revolusi, dan tentu saja perjuangan seorang manusia yang dirampas hak kebebasan hidupnya.
Nyanyi sunyi Pramoedya di tengah savanah Buru ini menjadi renungan panjang kita sebagai manusia dan sebagai bangsa atas hakikat kemanusiaan manusia dan perjuangannya untuk menjadi manusia yang seutuh-utuhnya.